KARLINASARI 300x225 Dokter Pohon Mengudara di RRIMusibah tumbangnya pohon yang menelan korban jiwa belum lama ini di Kebun Raya Bogor (KRB) membuat keprihatinan semua pihak, tanpa kecuali Institut Pertanian Bogor (IPB). “Saya atas nama pribadi merasa prihatin dan mengucapkan belasungkawa bagi para korban”, ujar Peneliti Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan IPB Dr. Lina Karlinasari dalam satu siaran di RRI Bogor Jln Pangrango, Selasa (13/1). Siaran langsung yang dipandu oleh penyiar Luluk Hadiyanto ini juga dihadiri Direktur Riset dan Inovasi IPB Prof.Dr. Iskandar Z. Siregar.
Dr Lina mengatakan, sebenarnya musibah seperti itu bisa dihindari jika kita mau memeriksa pohon. Evaluasi kondisi pohon dilakukan dalam rangka mengetahui kesehatan atau kerusakan pohon, mempertahankan keberadaan pohon, mengantisipasi tumbang atau robohnya pohon, serta dapat digunakan untuk menduga sifat kekuatan kayu dalam pohon.
Evaluasi kondisi pohon dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara visual dan pemanfaatan teknologi. Evaluasi visual merupakan kegiatan dasar, paling sederhana, dan paling umum dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan, kerusakan, dan kebugaran pohon. Evaluasi ini diarahkan untuk mengetahui dan menilai tanda (sign) serta gejala (symptom) yang ada pada pohon.
Evaluasi visual dilakukan terhadap seluruh bagian pohon mulai dari kondisi perakaran, batang utama, percabangan, daun, serta tajuk. Termasuk melakukan evaluasi terhadap kondisi lingkungan sekitar tempat tumbuhnya pohon. Hanya saja evaluasi visual memiliki keterbatasan antara lain tidak dapat menduga kondisi bagian dalam batang pohon yang sebenarnya.
Pemanfaatan teknologi dilakukan dengan cara pengujian tidak merusak (nondestructive testing/evaluation, NDT/NDE). Teknologi NDT yang umum dilakukan untuk mendeteksi kondisi pohon adalah yang berbasis kecepatan rambatan gelombang suara (akustik) dan ketahanan pengeboran (drilling resistance). Prinsip teknologi berbasis akustik adalah dirambatkannya gelombang suara ke dalam suatu bahan, dimana suara akan merambat lebih cepat melalui kayu solid (utuh) dibandingkan dengan kayu busuk atau retak. Teknologi yang berkembang saat ini adalah teknologi akustik tomografi atau dikenal dengan sonic tomography.
Sonic Tomography digunakan untuk mengetahui kondisi bagian dalam pohon berdasarkan citra (image) warna yang dihasilkan dari matriks kecepatan gelombang suara yang merambat di bagian dalam kayu. Teknologi drilling resistance berguna untuk menampilkan perubahan kepadatan kayu terkait dengan adanya kerusakan pada bagian dalam kayu. Perubahan amplitudo pada grafik di alat menunjukkan variasi kepadatan kayu akibat adanya pembusukan dan retak pada bagian dalam pohon. Penggunaan teknologi NDT direkomendasikan untuk menduga kondisi internal pohon yang seringkali pada evaluasi visual tidak terdeteksi kerusakan bagian dalam pohonnya.(wrw).

Leave a Comment