Ada dua teknik untuk mengendalikan suara dalam suatu bangunan atau akustik arsitektur yaitu penyerapan atau absorpsi suara yang muncul dalam ruangan dan isolasi dari sumber suara luar. Penyerapan suara lebih berkaitan dengan kualitas akustik atau suara pada suatu ruangan. Penyerap suara yang baik diperoleh dari bahan yang berpori dimana dihasilkan intermolekuler friksi atau gesekan saat gelombang suara mengenai bahan.
Produk yang diketahui memiliki penyerapan suara baik dan banyak digunakan adalah yang diketahui memiliki penyerapan suara baik dan banyak digunakan adalah yang berbahan serat sintetis seperti glasswool dan rockwool. Sayangnya bahan tersebut berbahaya bagi kesehatan manusia terutama karena dapat menyebabkan iritasi dan gangguan pernapasan.
Tim peneliti dari Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) membuat papan partikel wol dari beberapa kayu cepat tumbuh untuk panel akustik. Tim tersebut terdiri dari Dr. Lina Karlinasari, Dr. Dede Hermawan, Dr. Akhiruddin Maddu dan Bagus Martianto.
“Tambahan informasi tentang potensi pemanfaatan kayu cepat tumbuh untuk panel akustik akan dapat menambah peluang diversifikasi produk dari kayu cepat tumbuh. Penelitian kami menggunakan kayu sengon, kayu afrika dan mangium. Pada akhirnya akan memberikan nilai tambah bagi Hutan Tanaman Industri (HTI), Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dan Hutan Rakyat (HR),” ujar Dr. Lina.
Dari riset ini diketahui bahwa papan partikel wol berkerapatan 0,8 gr/cm3 memiliki nilai koefisien absorpsi suara (α) lebih tinggi dibandingkan dengan papan berkerapatan 1,0 gr/cm3 pada kisaran frekuensi rendah dan tinggi. Pada frekuensi sedang, papan partikel wol dari kayu cepat tumbuh bersifat merefleksikan suara. Papan berkerapatan 1,0 gr/cm3 memiliki kemampuan isolasi suara yang lebih baik dibandingkan papan partikel wol berkerapatan 0,8 gr/cm3.
Dari hasil tersebut, tim peneliti menyimpulkan bahwa kayu-kayu cepat tumbuh memiliki potensi untuk digunakan sebagai panel akustik. Baik sebagai panel absorpsi atau penyerap suara maupun sebagai panel isolasi terutama pada frekuensi tinggi.
“Dengan sumberdaya yang melimpah dan umur panen yang singkat maka jenis-jenis kayu ini dapat digunakan sebagai alternatif dari bahan panel akustik yang sudah ada,” ujarnya. (zul)

Leave a Comment