Winter Program in Kyoto University merupakan salah satu program kerjasama antara Institut Pertanian Bogor (Fakultas Pertanian IPB) dengan Kyoto University yang baru terbentuk sejak tahun 2016. Winter Program ini sendiri diadakan oleh Graduate School of Agriculture Kyoto University selama dua minggu (15-27 Januari 2017) dengan tujuan memperkenalkan lingkungan akademik Graduate School of Agriculture Kyoto University (GSA-KU) kepada mahasiswa IPB, khususnya yang berniat ingin melanjutkan studi di ruang lingkup pertanian di Kyoto University.

Program ini merupakan program awal yang dibentuk oleh IPB dan GSA-KU dengan beberapa kegiatan diantaranya adalah kuliah singkat mengenai pertanian di Jepang, tour-lab GSA-KU, tour kyoto university campus Research Institute of Sustainable Humanosphere (RISH), mengunjungi beberapa tempat yang berhubungan dengan pertanian dan hutan tanaman industry serta mengunjungi beberapa tempat wisata bersejarah (Shrine) di Kyoto City.

Proses penerimaan calon delegasi dari IPB ini sendiri melalui beberapa tahap diantaranya seleksi berkas dan seleksi wawancara yang diadakan oleh Fakultas Pertanian IPB. Jumlah peserta yang lolos seleksi adalah berjumlah 15 mahasiswa dari berbagai departemen di IPB. Daily Allowance diberikan oleh pihak Kyoto University guna menunjang kegiatan sehari-hari delegasi selama di Kyoto. Kegiatan program diawali dengan kegiatan perkuliahan mengenai perkembangan pertanian di Jepang dan Asia oleh beberapa profesor dari GSA-KU serta mengunjungi beberapa tempat terkait lingkungan pertanian seperti Kitayama Forest Area, Kizu Experimental Farm of GSA, Biwa-Lake Museum, dan lain-lain.

Pada beberapa tempat yang erat kaitannya dengan pertanian seperti Kitayama Forest Area, para delegasi diberi penjelasan mengenai sejarah hutan tanaman industri di Kyoto serta beberapa produk kehutanan (log kayu) sebagai bahan baku konstruksi untuk upacara tradisional tea ceremony. Hal yang menarik dari Kitayama Forest Area adalah bahwa pada proses penanaman sampai pemanenan hutan tanaman yang didominasi oleh conifer wood seperti sugi dan hinoki adalah para penduduk lokal sangat menghormati budaya dan cara tradisional dalam pengelolaan hutan tanaman industri ini. Melalui berbagai teknik tradisional, para pengelola dapat memproduksi beberapa jenis log khas sebagai bahan baku konstruksi seperti Kitayama Maruta log yang diberi perlakuan penempelan stick kecil pada pohon selama lebih dari 10 tahun lalu akan dihasilkan log dengan corak waves yang unik sehingga memiliki harga jual pasar yang tinggi.

Begitu pula dengan proses debarking, mereka melalukan debarking yang unik dan dapat menghasilkan log dengan corak polish dengan tekstur halus. Selain itu dengan pengelolaan yang sangat baik dan sangat menghormati antara hubungan dengan alam dan penduduk sekitar, Forest Kitayama Area memiliki pemandangan alam yang sangat indah walaupun berbentuk hutan tanaman industri.

Melalui program ini para delegasi yang merupakan mahasiswa IPB menerima banyak manfaaat terkait perkembangan ruang lingkup pertanian dan hutan tanaman industry secara luas dengan diiiringi penjelasan langsung ke lapang dan kunjungan pada beberapa tempat yang erat kaitannya dengan perkembangan pertanian dan kehutanan umum di  Jepang sehingga kegiatan kerjasama seperti ini dapat bermanfaat untuk pengetahuan para delegasi dan diharapkan dapat di aplikasikan dan dipelajari untuk perkembangan pertanian di Indonesia.

Leave a Comment